Tampilkan postingan dengan label Padi_album save my soul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Padi_album save my soul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2009

Repihan hati

Repihan hati

sahabat,. dengarkan sekedar pintaku ini
aku ingin mencurahkam luapan isi hatiku
telah lama engkau tahu diriku terbeban perih
hanya engkau yang berkenan menemani hidupku

tiada yang sebaik dirimu
tak setulus teduh caramu
tak semurni palung sikapmu
yang menguatkan semangatku(harapanku)

Reff:
sebelum tiba saat rebahkan tubuhku
sebelum tiba saat lepaskan jiwaku
sahabat dengarkanlah repihan isi hatiku
aku ingin engkau tahu berarti kau bagiku
sesungguhnya tubuh ini tak mampu bertahan lagi
meski hanya untuk bisa menggegam tanganmu..

Patah

Patah

bagai serpih serpih pasir dipantai
tersapu gelombang pasang
meski harus hilang terpecah karang
meninggalkan kenangan abadi

ada tersimpan rasa perih mendera
mengingat engkau disaat itu
masih tentang cerita engkau dan dia
yang tak pernah terukir indah

kau bawa aku renungi apa yamg terjadi
kau bawa aku resapi
semua tangismu itu,.
memelukmu kuingin
menyentuhmu kuingin
dan mengucapkan sepatah kata

namun air mata meski tercurah
memandu cerita itu
jiwamu tak mampu menahan semua
ketidak berdayaan ini

kau patahkah semua cerita hidupmu
kau remukkan harapan,
yang tumbuh dihati

memelukmu kuingin
menyentuhmu kuingin
dan mengucapkan sepatah kata

Sesuatu yang tertunda

Sesuatu yang tertunda

disini aku sendiri,menatap relung relung hidup
aku merasa hidupku,tak seperti yang kuinginkan
terhampar begitu banyak warna kelam sisi hidupku
seperti yamg mereka tahu
seperti yamg mereka tahu

aku merasa disudutkan kenyataan
menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
butakan mataku semua tentang keindahan
menggugah takutku,menantang sendiriku

temui cinta,lepaskan rasa

disini aku sendiri masih seperti dulu..Yang takut
aku merasa hidupku pun surut
tuk tumpukkan harap
tergambar begitu rupa,samar seperti yang kurasakan..

Kenyataan itu pahit
kenyataan itu sangatlah pahit

aku merasa disudutkan kenyataan
menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
butakan mataku semua tentang keindahan
menggugah takutku,menantang sendiriku

temui cinta,lepaskan rasa

Menjadi bijak

Menjadi bijak

betapa,. ini sangat berarti
membagi gelisah dengan dirimu,kawan

kau kepakkan kau terbangkan sayap pikiranku
menembus ruang dan waktuku
membangunkan lelap jiwaku
setelah lama tertidur..

Ada benarnya,ucapan katamu
memang hidup itu harus begini,adanya

kau kepakkan kau terbangkan sayap pikiranku
menembus ruang dan waktuku
membangunkan lelap jiwaku
setelah lama tertidur..

Terukir..Lebih baik hidupku

Menanti keajaiban

Menanti keajaiban

tak semudah bagiku untuk bisa
meredakan resahku
meski kucoba menyangkal
sungguh merisaukan benakku
aku memimpikan malaikat
berkenam menemani aku
tuk sekedar melipurkan hati..
Dengan setulus hati

betapa aku telah lama tinggalkan binar hatiku
aku mungkin kan tertawa,namun jiwaku terasa..Jauh

tak lelah kupandangi langit
berjuta harap ku menanti penuh harap
kumenanti..Keajaiban datang dan menghampiriku
oh,.
Aku tak tahu apa yang kan kutemui
aku masih menunggu dan menunggu
berharap akan datang..Keajaiban

coda
seharusnya aku tak patut bersedih..
Atas semua yang terjadi padaku
aku merasa bahwasanya hidup ini
tak lebih dari sebuah perjalan
(hingga saat ku tiba)semoga tak lelah aku terus berpeluh
(hingga saat ku tiba)kuharap temukan apa yang ku cari

Cahaya mata

Cahaya mata

teduhkanlah hatiku
lelahkanlah jiwaku
duhai engkau cahaya mataku
yang menuntun jalanku
yang memandu hidupku
yang meredupkan pedih penatku
tersenyumlah..
Bahagialah..
Sungguh engkau
yang melumpuhkan hatiku
yang meliparkan rinduku
senyuman itu menyenangkan aku

Diatas bumi kita berpijak

Di atas bumi kita berpijak

Bersyukurlah,.
Bahwa kita masih saling mendengarkan
dan berkata bersyukurlah bahwa,kita masih
memijakkan kaki diatas bumi
menghirup nafas alamNya

*
memandang keatas langit..
Takjuabkan hati
merendahkan jiwa ini..Dan terilhami
seperti(teduh) sepasang mata malaikat
yang turut menangisi isi bumi
tak ubahnya desir angin yang menerpa(menerjang)
kekosongan dan kesunyian hati

bersyukurlah bahwa kita masih saling mendengarkan dan mendo'akan

Rapuh

Rapuh

kularut lurui dalam keheningan hatimu
jatuh bersama derasnya tetes air mata
kau benamkan wajahmu yang berteduhkan duka
melagukan kepedihan didalam jiwamu

*
tak pernah terpikirkan olehku
untuk tinggalkan engkau seperti ini
tak terbayangkan jika ku beranjak pergi
betapa hancur dan harunya hidupmu

sebenarnya ku tak ingin berada disini
ditempat jauh yang sepi
memisahkan kita
kuberharap semuanya,pasti akan berbeda
meski tak mungkin menumbuhkan jiwa itu lagi
back to *

aku tak mengerti apa yang mungkin terjadi
sepenuh hatiku,aku tak mengerti

Hitam

Hitam

Oh jiwaku,.
Dimanakah aku kini
Kau bawa aku melintasi tempat yang tinggi
Oh tubuhku,.
Mengapakah engkau kini masih membisu,
tak kunjung bicara padaku,.

Oh,.
Ceritakanlah padaku,apa yang mengeruhkan hati dan jiwaku,.
Tolonglah,.
Kau tuntunkan aku lagi,.
Agar ragaku menyatu bersama isi jiwaku

Penuntun jiwaku..
Luruskanlah hatiku..
Seandainya aku taiu apa yang akan terjadi nanti

Aku masih terus melayan,bersandingkan langit hitam..

Masih melayang
Terus melayang

Oh,.
Ceritakanlah padaku,apa yang mengeruhkan hidup dan jiwaku,.
Tolonglah,.
Kau tuntunkan aku lagi,.
Agar ragaku menyatu bersama isi jiwaku

Tak perlu kutangisi
Kupasrahkan sekuat hati
Saat jiwa terlepas..Saat jiwa terlepas..

Ketakjuban

Ketakjuban

Ku tahu..kau memiliki segalanya
Yang mampu menaklukkan hatiku
Sebenarnya, ku tak pernah mengenalmu,.
Apa mungkin kau sungguh hadir untuk,.
Membebaskan aku..
Selamatkan aku..

Reff:
Ketakjuban hatiku,ikuti langkahmu
Meruntuhkan seluruh akalku
Dipenghujung jalanku..
Kurapatkan hatiku
Meleburkan segenap kekuatanku

Bicaralah dengan apa adanya
Bukan hanya tuk memikat hatiku
Sementara ku tak berdaya denganmu
Tak urungku memperhambakan diriku